STUDI TENTANG NILAI-NILAI MORAL DALAM PUISI INDONESIA MODERN DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER

Penulis

  • Fariz Pradhitya Illabi Institut Prima Bangsa Cirebon

Kata Kunci:

nilai-nilai moral, puisi indonesia moder, pendidikan karakter, studi sastra, riset perpustakaan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai moral yang terkandung dalam puisi modern Indonesia dan mendeskripsikan relevansinya terhadap pendidikan karakter. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode penelitian kepustakaan dan studi literatur. Sumber data terdiri dari teks puisi modern Indonesia, buku-buku ilmiah, artikel jurnal, dan dokumen pendidikan yang relevan yang membahas nilai-nilai moral, pembelajaran sastra, dan pendidikan karakter. Data dikumpulkan melalui pembacaan cermat, pencatatan, klasifikasi, dan interpretasi unsur-unsur tekstual yang mewakili makna moral. Analisis dilakukan menggunakan teknik deskriptif-interpretatif dengan mengidentifikasi nilai-nilai moral dalam ekspresi puitis dan menghubungkannya dengan prinsip-prinsip pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi modern Indonesia mengandung berbagai nilai moral, termasuk religiusitas, kejujuran, tanggung jawab, empati, kepedulian sosial, kasih sayang, ketekunan, keberanian, kesadaran diri, keadilan, dan rasa hormat terhadap sesama. Nilai-nilai ini diungkapkan melalui diksi, citra, simbol, metafora, tema, dan pengalaman emosional pembicara puisi. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa puisi dapat berfungsi sebagai media reflektif yang memungkinkan pembaca, khususnya siswa, untuk memahami isu-isu moral secara lebih mendalam dan personal. Dalam konteks pendidikan, puisi modern Indonesia relevan untuk memperkuat pendidikan karakter karena mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, estetika, dan etika. Pembelajaran puisi dapat mendorong siswa untuk mengapresiasi karya sastra sekaligus mengembangkan kepekaan moral, kematangan emosional, dan kesadaran sosial. Oleh karena itu, puisi modern Indonesia tidak hanya diposisikan sebagai objek apresiasi sastra, tetapi juga sebagai sumber pendidikan yang bermakna untuk pembentukan karakter.

Diterbitkan

2026-05-13