DAMPAK KESEPIAN TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS LANSIA DI DESA BAKUNG KIDUL

Penulis

  • Muhamad Ramdhansyah Universitas Swadaya Gunung Jati

Kata Kunci:

kesepian, kesejahteraan psikologis, lansia, kesehatan mental, masyarakat pedesaan

Abstrak

Penelitian ini dimotivasi oleh meningkatnya kasus kesepian di kalangan lansia, yang berdampak pada penurunan kesejahteraan psikologis, khususnya di kalangan lansia yang tinggal sendirian di Desa Bakung Kidul. Permasalahan penelitian meliputi: (1) seperti apa kesepian di kalangan lansia di Desa Bakung Kidul, (2) bagaimana kondisi kesejahteraan psikologis mereka, dan (3) bagaimana kesepian memengaruhi kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan partisipan lansia dan informan pendukung seperti anggota keluarga, tetangga, dan kader posyandu lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesepian di kalangan lansia bervariasi. Informan TA mengalami kesepian ringan karena masih mendapat dukungan dari keluarga dan tetangga, sedangkan HAZ mengalami kesepian karena keterbatasan fisik. Informan AY merasa kesepian karena kurangnya aktivitas yang bermakna, dan WS menunjukkan kesepian paling parah karena jarak emosional dengan anak-anaknya. Kesepian memengaruhi kondisi emosional lansia, seperti munculnya kesedihan, kecemasan, rendah diri, dan penarikan diri dari lingkungan sosial. Lansia dengan dukungan sosial yang baik memiliki kesejahteraan psikologis yang lebih stabil dibandingkan mereka yang mengalami konflik keluarga atau interaksi sosial minimal. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa layanan konseling suportif, bantuan keluarga, dan kegiatan sosial melalui posyandu lansia dapat berfungsi sebagai intervensi efektif untuk mengurangi kesepian dan meningkatkan kesejahteraan psikologis lansia.

Diterbitkan

2026-05-13